Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Oktober 2017

Pengendalian Jaringan dalam Audit SI

Pengendalian jaringan 

Alat bantu (tools) penting yang dapat digunakan oleh operator untuk mengelola wide area network adalah network control terminal. Network control terminal menyediakan akses kepada software system yang khusus untuk mengelola jenis fungsi dibawah ini agar dapat berjalan dengan baik, yaitu :
  • Memulai dan menghentikan jaringan dan proses 
  • Memonitor aktivitas jaringan  
  • Mengganti nama line komunikasi 
  • Mengenerate statistic system  
  • Mensetting ulang panjangnya antrian  
  • Menambah frekuensi backup 
  • Menanyakan status sistem 
  • Mengirimkan system warning dan status message
  • Memeriksa lintasan data pada line komunikasi
Network control terminal juga dapat digunakan untuk menjalankan fungsi yang sejenis ke peralatan individual yang terhubung dengan jaringan, karena itu dari sudut pengamanan harta dan data integrity, network control terminal adalah komponen yang sangat penting pada suatu jaringan.

Contoh Pengendalian Jaringan dalam Audit SI :

- Misal nya di sebuah perusahaan yang memiliki banyak customer yang tersebar diseluruh indonesia. Maka perlu adanya tim yang memonitor aktivitas jaringan, agar dapat diketahui jika suatu saat ada penyusup yang mencoba mem-bobol kemanan sistem. Kemudian perlunya static sistem seperti koneksi antar IP static, dengan demikian pihak lain yang menggunakan IP selain IP tersebut tidak dapat mengakses ke dalam sistem. Backup juga hal penting yang harus dimiliki oleh semua perusahaan, dimana jika pada sistem primary terkendala, maka bisnis tetap bisa berjalan dengan sistem backup.
Share:

Pengendalian Perangkat Lunak dalam Audit SI

Pengendalian Perangkat Lunak 
Tujuan pengendalian aplikasi dimaksudkan untuk memastikan bahwa data di-input secara benar ke dalam aplikasi, diproses secara benar, dan terdapat pengendalian yang memadai atas output yang dihasilkan. Dalam audit terhadap aplikasi, biasanya, pemeriksaan atas pengendalian umum juga dilakukan mengingat pengendalian umum memiliki kontribusi terhadap efektifitas atas pengendalian-pengendalian aplikasi.
  • Pengendalian perangkat lunak didesain untuk memastikan keamanan dan kehandalan sistem
  • Pengendalian keamanan data
Pengendalian keamanan data merupakan suatu tindakan pengendalian untuk menjaga keamanan data yang tersimpan didalam media penyimpanan agar tidak hilang dan rusak, atau diakses oleh orang yang tidak berhak.

Contoh Pengendalian Perangkat Lunak :
- Misal sebuah perusahaan memiliki sebuah sistem aplikasi yang digunakan suatu divisi. Maka keamanan baik dari segi data dan akses ke sistem aplikasi tersebut harus benar-benar dijaga, agar tidak ada user lain selain dari divisi tersebut, yang bisa mengakses ke sistem aplikasi. Untuk itu perlu dibuat hak akses ke masing-masing user dengan password unik agar terhindar dari hacking, manipulasi data dan redundant data.
Share:

Pengendalian Perangkat Keras dalam Audit SI

Pengendalian Perangkat Keras

Pengawasan terhadap akses fisik

Untuk menjaga perangkat komputer dari kemungkinan penyalahgunaan, akses fisik terhadap perangkat komputer perlu diawasi.
  • Pengaturan lokasi fisik
Lokasi ruang komputer merupakan pertimbangan yang penting dalam pengendalian keamanan komputer.

  • Penggunaan alat pengamanan
Alat–alat penggunaan tambahan diperlukan untuk menjaga keamanan komputer dari kemungkinan kerusakan.

  • Pengendalian operasi perangkat keras
Pengendalian operasional perangkat keras merupakan bentuk pengendalian untuk menjaga perangkat keras dari kemungkinan kerusakan akibat kesalahan pengoperasian perangkat tersebut.


Contoh Pengendalian Perangkat Keras :
 - Misalnya perusahaan membutuhkan sebuah server yang dapat online 24 jam dan dapat di akses dari manapun. Untuk itu perusahaan dan divisi IT perlu membuat ruang server sendiri atau menyewa kolokasi ke vendor-vendor penyedia kolo. Kemudian perlu di pastikan apakah keadaan kolokasi sudah sesuai dengan kebutuhan yang dibutuhkan server, baik dari sisi pengaturan lokasi, suhu ruangan, kelayakan kolo dan keamanan dalam akses masuk kolo patut di pertimbangkan. Agar server yang akan dibangun bisa sesuai dengan ekspektasi yang diharapkan.
Share:

Cara pengendalian personil (user pengguna TI) dalam Audit SI

Pengendalian Personil

Personil mempunyai peranan penting dalam pengendalian sistem. Pengendalian personil dapat diindikasikan oleh hal‐hal berikut :
  • Adanya prosedur penerimaan dan pemilihan pegawai
  • Adanya program peningkatan keahlian pegawai melalui pelatihan yang berhubungan dengan bidang tugasnya
  • Adanya evaluasi atas pekerjaan yang dilakukan pegawai
  • Administrasi atas gaji dan prosedur promosi yang jelas
  • Penggunaan uraian tugas (job description)
  • Pemilihan dan pelatihan pegawai
  • Penyediaan (supervisi) dan penilaian
  • Penggiliran pekerjaan (job  rotation) dan keharusan mengambil cuti
  • Adanya jenjang karier serta sarana dan aturan untuk mencapainya

Contoh dalam pengendalian Personil :
- Misalnya di dalam sebuah perusahaan dibutuhkan seorang tenaga kerja yang bertanggung jawab pada posisi IT tapi sulit mendapatkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan, maka perusahaan dapat melihat kemampuan karyawan yang lain yang bisa disesuaikan / di latih dengan pelatihan-pelatihan  IT untuk mengisi kekosongan posisi tersebut.
Dengan demikian posisi tersebut tidak akan kosong.
Share:

Selasa, 10 Oktober 2017

Audit Sistem Informasi

Audit sistem informasi adalah proses pengumpulan dan penilaian bukti – bukti untuk menentukan apakah sistem komputer dapat mengamankan aset, memelihara integritas data, dapat mendorong pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan menggunakan sumberdaya secara efisien”.
Ron Weber (1999,10) mengemukakan bahwa audit sistem informasi adalah :
” Information systems auditing is the process of collecting and evaluating evidence to determine whether a computer system safeguards assets, maintains data integrity, allows organizational goals to be achieved effectively, and uses resources efficiently”.

Share:

Selasa, 08 November 2016

PBO : Algoritma Buku Alamat dengan JAVA



Algoritma Buku Alamat pada pemrograman berbasis JAVA :

Pertama user akan diberikan 5 pilihan menu pada program, yaitu :
  1. Input data
  2. Hapus data
  3. Tampilkan data
  4. Update data
  5. Keluar program
  • Kemudian User memasukkan pilihan menu programnya.
  • Jika user memilih menu 1, maka user akan diminta untuk menginput jumlah data yang akan dimasukkan, kemudian data nama, alamat, nomor telpon dan email. Lalu data yang sudah di input akan disimpan, kemudian program akan menampilkan kembali daftar menu awal program.
  • Jika user memilih menu 2 program mula-mula akan menanyakan id data yang akan dihapus, setelah menentukan id program akan menampilkan isi data yang sudah di input sebelumnya tapi yang ingin dihapus saja. Setelah itu program akan mengkonfirmasi ke user “Yakin akan dihapus? Y or t”. Jika user memilih y maka field data pada id yang telah di pilih akan dihapus. Setelah itu program akan menampilkan kembali daftar menu awal program.
  • Jika user memilih menu 3, maka program akan menampilkan semua data yang telah di input dan akan menampilkan field kosong untuk data yang sudah dihapus.
  • Pada menu 4, user akan diminta input id data yang akan dilakukan update, setelah itu program akan menampilkan data perubahan yang telah di input sebelumnya dan akan menanyakan pada user “Lanjutkan proses update data ?” user cukup mengetikkan pilihan, y (ya) atau t (tidak). Jika user input y, maka user akan diarahkan kembali ke proses input data seperti pada langkah input data awal. Setelah semua data yang diubah sudah dimasukkan, program akan menampilkan output “Data berhasil diupdate”. kemudian program akan menampilkan kembali daftar menu awal program.
  • Jika user memilih menu 5, maka user akan keluar dari program.
Selesai.
Demikian algoritma dari Entry Buku Alamat. Terima kasih.
Share:

Jumat, 28 Oktober 2016

Tugas 1 - Pengetahuan Teknologi Sistem Cerdas

Pengertian Sistem cerdas

Kecerdasan buatan (Artificial Intelligent, AI) telah menjadi wacana umum yang sangat penting dan banyak dijumpai. Kecerdasan Buatan atau Sistem cerdas atau Intelegensi Buatan atau Artificial Inteligence merupakan cabang terpenting dalam dunia komputer. Komputer tidah hanya alat untuk menghitung, tetapi diharapkan dapat diberdayakan untuk mengerjakan segala sesuatu yang bisa dikerjakan oleh manusia. Manusia mempunyai pengetahuan, pengalaman dan kemampuan penalaran dengan baik, agar komputer bisa bertindak seperti dan sebaik manusia, maka komputer juga harus dibekali pengetahuan dan mempunyai kemampuan untuk menalar.

Kecerdasan Buatan atau kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah atau Intelegensi Artifisial (bahasa Inggris: Artificial Intelligence atau hanya disingkat AI) didefinisikan sebagai kecerdasan entitas ilmiah. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan syaraf tiruan dan robotika.

Banyak hal yang kelihatannya sulit untuk kecerdasan manusia, tetapi untuk Informatika relatif tidak bermasalah. Seperti contoh: mentransformasikan persamaan, menyelesaikan persamaan integral, membuat permainan catur atau Backgammon. Di sisi lain, hal yang bagi manusia kelihatannya menuntut sedikit kecerdasan, sampai sekarang masih sulit untuk direalisasikan dalam Informatika. Seperti contoh: Pengenalan Obyek/Muka, bermain sepak bola.

Walaupun AI memiliki konotasi fiksi ilmiah yang kuat, AI membentuk cabang yang sangat penting pada ilmu komputer, berhubungan dengan perilaku, pembelajaran dan adaptasi yang cerdas dalam sebuah mesin. Penelitian dalam AI menyangkut pembuatan mesin untuk mengotomatisasikan tugas-tugas yang membutuhkan perilaku cerdas. Termasuk contohnya adalah pengendalian, perencanaan dan penjadwalan, kemampuan untuk menjawab diagnosa dan pertanyaan pelanggan, serta pengenalan tulisan tangan, suara dan wajah. Hal-hal seperti itu telah menjadi disiplin ilmu tersendiri, yang memusatkan perhatian pada penyediaan solusi masalah kehidupan yang nyata. Sistem AI sekarang ini sering digunakan dalam bidang ekonomi, obat-obatan, teknik dan militer, seperti yang telah dibangun dalam beberapa aplikasi perangkat lunak komputer rumah dan video game.

'Kecerdasan buatan' ini bukan hanya ingin mengerti apa itu sistem kecerdasan, tapi juga mengkonstruksinya. Tidak ada definisi yang memuaskan untuk 'kecerdasan':
  •  kecerdasan: kemampuan untuk memperoleh pengetahuan dan menggunakanny
  • atau kecerdasan yaitu apa yang diukur oleh sebuah 'Test Kecerdasan'



 Sejarah kecerdasan buatan

Di awal abad 20, seorang penemu Spanyol yang bernama Torres Y Quevedo, membuat sebuah mesin yang dapat mengskakmat raja laannya dengan sebuah raja dan ratu.

Perkembangan secara sistematis kemudian dimulai ditemukannya komputer digital.
  • Pada tahun 1950-an Alan Turing seorang matematikawan dari Inggris. Pertama kali mengusulkan adanya tes untuk melihat bias tidaknya sebuah mesin dikatakan cerdas(dikenal dengan Turing Test) seolah-olah mesin mampu merespon terhadap serangkaian pertanyaan yang diajukan.
  • Istilah kecerdasan buatan dimunculkan pertama kali pada tahun 1956 ketika John Mc Cathy dari Massachusets Institute of Technology (MIT) menciptakan bahasa pemrograman LISP
  • Loghic Theorist (1956), diperkenalkan pada Dartmouth Conference, program ini dapat membuktikan teorema-teorema matematika.
  • Mesin Neural Network pertama oleh Marvin Minsky (1958)
  • Sad Sam, deprogram oleh Robert K. Lindsay (1960), program ini dapat mengetahui kalimat-kalimat sederhana yang ditulis dalam bahasa Inggris dan mampu memberikan jawaban dari fakta-fakta yang didengar dalam sebuah percakapan.
  • Muncul logika samar (1965) yang merupakan pelaksanaan konsep samar di atas system komputer. Logika samar mengukur ketidaktepatan dengan cara yang tepat, seperti yang diperlukan mesin.
  • ELIZA (1967), diprogram oleh Joseph Weizenbaum, yang mampu melakukan terapi terhadap pasien dengan memberikan beberapa pertanyaan.
  • Program Microworld dengan penciptaan proyek SHRDLU (1968) merupakan Expert System yang pertama.
  • Pada tahun 1972 bahasa Prolog dimunculkan.
  • John Holland (1975) mengatakan bahwa setiap problem berbentuk adaptasi (alami maupun buatan) secara umum dapat diformulasikan dalam terminologi genetika (Algoritma Genetika)
  • Sistem catur AI mengalahkan manusia (Pecatur master) pada tahun 1991.
  • Robotik, peranti mekanika yang diprogram untuk melakukan berbagai tugas.


Sistem Cerdas yang banyak dikembangkan
  • Sistem pakar ( Expert System)
yaitu program konsultasi (advisory) yang mencoba menirukan proses penalaran seorang pakar/ahli dalam memecahkan masalah yang rumit. sistem pakar merupakan aplikasi AI yang paling banyak.

  • Pemrosesan Bahasa Alami (Natural Language Processing)
Yang member kemampuan pengguna komputer untuk berkomunikasi dengan komputer dalam bahasa mereka sendiri (bahasa manusia). Komunikasi dapat dilakukan dengan percakapan alih-alih menggunakan perintah yang biasa digunakan dalam bahasa komputer biasa.

  • Bidang Pemrosesan Bahasa Alami di bagi lagi menjadi 2 bagian yaitu
  1. Pemahaman bahasa alami, yang mempelajari metode yang memungkinkan komputer mengerti perintah yang diberikan dalam bahasa manusia biasa. Dengan kata lain komputer dapat memahami manusia.
  2. Pembangkitan bahasa alami, sering disebut juga sintesa suara. Yang membuat komputer dapat membangkitkan bahasa manusia biasa sehingga manusia dapat memahami komputer secara mudah.


  •       Pemahaman Ucapan/Suara (Speech/Voice Understanding)

 Adalah teknik agar komputer dapat mengenali dan memahami bahasa ucapan. Proses ini mengijinkan seseorang berkomunikasi dengan komputer dengan cara berbicara kepadanya. Istilah pengenalan suara, mengandung arti bahwa tujuan utamanya adalah mengenali kata yang diucapkan tanpa harus tahu apa artinya, dimana bagian itu merupakan tugas pemahaman suara. Secara umum prosesnya adalah usaha untuk menterjemahkan apa yang diucapkan oleh seorang manusia menjadi kata-kata atau kalimat yang dimengerti oleh komputer.
·         
  • Sistem Sensor dan Robotika
           Sistem sensor seperti system visi dan pencitraan serta system pengolahan sinyal merupakan bagian dari robotika. Sebuah robot yaitu, perangkat elektromagnetik yang diprogram untuk melakukan tugas manual, tidak semuanya merupakan bagian AI. Robot hanya melakukan aksi yang telah diprogramkan dikatakan sebagai robot bodoh yang tidak lebih pintar dari lift.

               Robot yang cerdas biasanya mempunyai perangkat sensor, seperti kamera, yang mengumpulkan informasi mengenai operasi dan lingkungannya. Kemudian bagian AI robot tersebut menterjemahkan informasi tadi dan merespon serta beradaptasi jika terjadi perubahan lingkungan.


Share:

Sabtu, 14 Mei 2016

WHAT I WANNA BE IN MY FUTURE ?

In this opportunity  I wanna tell some unimportant story (about me of course), what I had been done as long as my life and what I wanna do in my future (or maybe what I supposed to do ?).

Well, curhatan tulisan ini sebenarnya adalah bagian dari tugas perkuliahan matakuliah Manajemen Layanan Sistem Informasi. Jadi saya akan berhenti untuk sok-sok an menggunakan bahasa inggris yang notabene nya bukan sebuah kewajiban untuk digunakan. hehe.. Sekian untuk basa-basi nya, jadi saya akan mulai dengan memperkenalkan jati diri saya, seorang anak sisaan terakhir dari 5 bersaudara yang hidupnya masih betah nebeng sama orang tua.

Saya lahir normal dengan berat badan 2.5 kg tanggal 17 Januari 1994 di hari Senin Legi dengan bantuan seorang bidan bernama Aisyah yang sampai sekarang saya belum pernah bertemu  dengan beliau dan mungkin melalui tulisan ini saya bisa dipertemukan dengan beliau, memeluknya dan berterimakasih atas jasa yang telah beliau lakukan :''''') atau mungkin juga ada beberapa dari readers yang penasaran dan berniat memberi surprise atau hadiah ulang tahun ? hahaha ditunggu tahun depan ya..
Pak dosen tolong abaikan paragraf ke-dua ini ya pak :D

Saya lulusan SMKN 1 Cibinong, atau pada masa saya masih dibilang STM. Terdengar agak ke laki-lakian memang. Tapi percaya atau tidak, SMKN 1 Cibinong adalah mimpi saya yang berusaha saya wujudkan sewaktu masih duduk dibangku SMP. Mau bagaimanapun pendapat negatif orang tentang SMK/STM itu saya tidak peduli. Bagi saya meraih sebuah mimpi adalah prestasi yang sangat membanggakan dan menggembirakan tentunya. Mengingat persaingan masuk ke sekolah ini sangat sulit bahkan di zaman sekarang sampai dilakukan test kesehatan dengan adanya test lari dan lain-lain. Dan beruntung lah saya tidak hidup di zaman itu karena saya yang lemah akan olah raga, lari 100 meter pun rasanya saya tidak berniat.

Di SMK saya mengambil jurusan Teknik Komputer dan Jaringan, karena saat itu saya belum paham betul kemana konsentrasi dari masing-masing jurusan yang ditawarkan. Berbekalkan kata "Komputer" maka saya pilih lah jurusan TKJ. "Yes yes TKJ, yes yes TKJ, TKJ is the best" itu adalah sepenggal kalimat yel-yel yang masih ter-rekam dengan baik di ingatan saya. Bagaimana tidak, setiap masuk bengkel(sebutan untuk lab IT) kita diwajibkan untuk melafalkan yel-yel itu dengan keras dan semangat sambil baris di depan bengkel bahkan kadang melakukan sedikit olahraga jika masih ada teman yang belum siap dengan jas lab(sebutan untuk baju lab) atau dengan atribut lainnya seperti tugas-tugas yang harus dibawa. Awalnya terasa memalukan memang, tapi akhirnya ya cuek saja karena urat malunya udah putus dan dari kebiasaan itu saya dapat menyimpulkan bahwa disiplin, kekompakan, kerja tim, dan setia kawan adalah hal yang guru saya ingin tanam dalam diri kami. 

Di TKJ juga saya banyak belajar mengenai ilmu komputer yang saya tidak tahu sama sekali awalnya. Karena komputer yang saya punya dulu hanya PC dengan Intel pentium 4, RAM 128MB jadi hal-hal yang saya ketahui dari komputer hanya main game, mendengarkan musik dengan winamp dan coret-coret abstrak dengan ms.paint. Bisa dibayangkan betapa buta nya saya dengan dunia teknik yang saya hadapi. Tapi saya tidak mudah patah arang, hal-hal yang sukar itu justru menantang saya untuk ditaklukan tapi beda hal dengan matematika. Bagi saya matematika bukan menantang tapi membuat dehidrasi otak! yazzzzz i hate math so much. Well, di TKJ pada awalnya saya di pertemukan dengan PC yang sudah dimutilasi bongkar setiap bagiannya, dan harus di rakit kembali, lalu install menginstall OS, driver, aplikasi sampai akhirnya sebuah PC dapat digunakan.

Next class, sudah cukup mahir di bagian Hardware kami ditantang kembali dengan dunia Jaringan laba-laba.
Di jaringan ini juga banyak hal-hal baru yang keren menurut saya yang awam ini. Dimulai dengan membuat design-design topologi, sampai akhirnya menerapkannya dengan membangun jaringan lokal dan me-manage network dengan router. Tiba di kelas akhir tantangan semakin sulit, yaitu berhadapan dengan dunia administrator. Kami diajarkan tentang bagaimana membangun sebuah server yang bisa me-manage network sampai dengan mail server. Dan semua itu adalah hal-hal seru yang saya alami selama di TKJ SMKN 1 CIBINONG.

Lepas dari TKJ saya pun memberanikan diri untuk mencoba bekerja di bidang IT, walaupun saat itu ada tawaran dari pabrik yang bekerja sama dengan sekolah tapi sayang rasanya ilmu TKJ ini jika tidak diterapkan di dunia nya langsung. Mulai lah saya mencari perusahaan IT mana yang mau menerima saya yang masih amatir ini. Agak minder memang awalnya, mengingat setiap saingan yang saya temui adalah lulusan S1, D3 Ilmu Komputer, apalah artinya saya yang hanya lulusan SMK ini :(

Lagi dan lagi, bagi saya itu adalah sebuah tantangan, kepercayaan diri atau mungkin tidak tau malu yang harus saya tebalkan saat menemui saingan justru mendorong saya untuk terus berusaha. Sampai akhirnya saya diterima di sebuah perusahaan VoIP di Jakarta. VoIP yang saat SMK hanya saya dengar karena itu adalah judul Laporan Akhir teman sekelas saya, pada saat itu dan mulai saat itu harus saya hadapi langsung. Bingung, pusing, dan ga mengerti itu hal biasa, toh pada akhirnya saya hanya butuh kebiasaan untuk bisa memperdalam dan memahami pekerjaan yang saya hadapi. Mulai dari Operator Staff, kemudian merangkak menjadi Customer Service Support dan alhamdulillah saat ini sudah menjadi bagian dari Network Support.
Pusing ? Iya banget! tapi saya bukan tipe orang yang mudah menyerah, saya hanya butuh waktu tidur sebentar kira-kira 12 jam untuk bisa menghadapi masalah yang membuat pusing itu.
 
Lalu kenapa saya mengambil jurusan Sistem Informasi di Gunadarma ? bukan kah itu artinya saya melenceng dari ilmu dasar yang saya miliki dan juga pekerjaan saya saat ini ?
Jawabannya cukup simple panjang, pertama karena di Gunadarma tidak ada kelas malam untuk jurusan Teknik Komputer :( jurusan lain hanya ada psikologi dan akuntansi kalau tidak salah, dan alasan lain yaitu saya sebagai anak terakhir yang juga ikut berkontribusi untuk keluarga serta saya yang gemar sekali jajan sana sini harus mencari kampus yang bisa dijangkau dengan kendaraan umum yang mudah dan murah meriah ramai seperti KRL sehingga uang jajan saya bisa tetap stabil dan Yap! kelas malam Gunadarma yang ada di depok(pondok cina) sangat membantu saya. Terimakasih Gunadarma :)
Tapi menurut saya ada bagusnya juga kenapa saya masuk ke jurusan SI, mungkin ini adalah jalan dari yang maha kuasa agar saya terus bisa mempelajari hal-hal baru dan dengan demikian skill saya pun bertambah di bidang lain. sounds great right ?

Tapi lagi-lagi keadaan memaksa saya untuk tetap survive. Saya yang awam dengan bahasa pemrograman lagi-lagi harus meraba dari awal. Tentu itu bukanlah hal yang harus saya khawatirkan, seiring berjalannya waktu saya pasti bisa menaklukan bahasa-bahasa alien pemrograman itu. Walaupun sempat gagal di ujian praktikum beberapa minggu yang lalu, tapi itu bukanlah hal yang bisa mematahkan semangat saya begitu saja.

Lalu apa sih yang akan saya lakukan dengan saya yang sudah menguasai bahasa pemrograman di masa depan ?

Jujur untuk rencana pasti saya belum dapatkan, hehe
Tapi belakangan ini semenjak belajar tentang Inovasi SI terkadang muncul beberapa keinginan seperti ingin men-develop beberapa aplikasi atau games mungkin ?
Aplikasi-aplikasi yang dibuat tentu yang dapat berguna bagi khalayak banyak dan tidak hanya untuk mengambil keuntungan saja. Seperti sebuah aplikasi yang dapat berkontribusi mengurangi kemacetan, membantu orang-orang di kala genting, atau mungkin memperbaiki sistem KRL yang masih sering terlambat atau bahkan ada gangguan signal dll (maaf ini sebagian curhatan warga KRL).
Untuk didunia games, mungkin akan dibutuhkan ilmu design grafis untuk membantu mewujudkan, tapi itu bukan hal yang tidak mungkin untuk saya pelajari bukan ? :D
Jadi dengan demikian saya juga dapat membuka lapangan pekerjaan baru dan mengurangi angka pengangguran di indonesia.
Well, itu masih menjadi mimpi saya dan semoga bisa tercapai secepatnya. amiiinn!!

Jadi sekian lah cerita saya kali ini, mohon maaf jika ada salah-salah kata, atau mungkin ada yang menyinggung pribadi seeorang atau sekelompok atau instansi tertentu, dan kembali lagi ini hanyalah sebuah curhatan yang menjadi bagian dari tugas seorang mahasiswi kulker.
Semoga Pak Tito tidak bete dan memberi nilai saya A+ bagus :) amiiiiinnn (lagi).


Yours faithfully,
Share:

Jumat, 22 April 2016

Apa sih ITIL (Information Technology Infrastructure Library) itu ?

ITIL atau Information Technology Infrastructure Library adalah suatu rangkaian dengan konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi (TI). ITIL diterbitkan dalam suatu rangkaian buku yang masing-masing membahas suatu topik pengelolaan (TI). Nama ITIL dan IT Infrastructure Library merupakan merek dagang terdaftar dari Office of Government Commerce (OGC) Britania Raya.
ITIL memberikan deskripsi detil tentang beberapa praktik (TI) penting dengan daftar cek, tugas, serta prosedur yang menyeluruh yang dapat disesuaikan dengan segala jenis organisasi (TI).
Framework ITIL dikembangkan sejak 1980-an oleh Office of Government Commerce (Departemen Perdagangan) Inggris sebagai guidance bagi organisasi/perusahaan di sana. Pertengahan 1990-an, ITIL diakui dunia menjadi standar de facto di bidang service management. ITIL menyediakan sekumpulan best practice yang lengkap dan konsisten untuk ITSM, serta mempromosikan pendekatan kualitas untuk mencapai efektivitas dan efisiensi organisasi dalam penggunaan sistem informasi. ITIL mencakup 8 aspek, yakni: dukungan layanan, delivery, rencana pengembangan, manajemen infrastruktur TI, manajemen aplikasi, perspektif bisnis, manajemen sekuriti, dan manajemen aset software.
Walaupun dikembangkan sejak dasawarsa 1980-an, penggunaan ITIL baru meluas pada pertengahan 1990-an dengan spesifikasi versi keduanya (ITIL v2) yang paling dikenal dengan dua set bukunya yang berhubungan dengan ITSM (IT Service Management), yaitu Service Delivery (Antar Layanan) dan Service Support (Dukungan Layanan).

Pada awalnya ITIL adalah serangkaian lebih dari 40 buku pedoman tentang pengelolaan layanan IT yang terdiri dari 26 modul. Perpustakaan besar pertama ini juga dikenal sebagai ITIL 1.0. Antara 2000 dan 2004 disebabkan oleh peningkatan pelayanan yang berkesinambungan dan adaptasi terhadap situasi saat ini dalam lingkungan (TI) modern ITIL 1.0 di rilis besar dan digabungkan menjadi delapan inti manual: ITIL 2.0. Pada awal musim panas 2007 ITIL 3.0 diterbitkan. Ini didirikan struktur yang sama sekali baru. Ini terdiri dari tiga bidang utama:
* ITIL Core Publikasi
* ITIL Pelengkap Bimbingan
* ITIL Web Support Services

Pada 30 Juni 2007, OGC (Office of Government Commerce) menerbitkan versi ketiga ITIL (ITIL v3) yang intinya terdiri dari lima bagian dan lebih menekankan pada pengelolaan siklus hidup layanan yang disediakan oleh teknologi informasi. Kelima bagian tersebut adalah:


1. Service Strategy

Inti dari ITIL Service Lifecycle adalah Service Strategy. Service Strategy memberikan panduan kepada pengimplementasi ITSM pada bagaimana memandang konsep ITSM bukan hanya sebagai sebuah kemampuan organisasi (dalam memberikan, mengelola serta mengoperasikan layanan TI), tapi juga sebagai sebuah aset strategis perusahaan. Panduan ini disajikan dalam bentuk prinsip-prinsip dasar dari konsep ITSM, acuan-acuan serta proses-proses inti yang beroperasi di keseluruhan tahapan ITIL Service Lifecycle.

Topik-topik yang dibahas dalam tahapan lifecycle ini mencakup pembentukan pasar untuk menjual layanan, tipe-tipe dan karakteristik penyedia layanan internal maupun eksternal, aset-aset layanan, konsep portofolio layanan serta strategi implementasi keseluruhan ITIL Service Lifecycle. Proses-proses yang dicakup dalam Service Strategy, di samping topik-topik di atas adalah:
• Service Portfolio Management
• Financial Management
• Demand Management


Bagi organisasi TI yang baru akan mengimplementasikan ITIL, Service Strategy digunakan sebagai panduan untuk menentukan tujuan/sasaran serta ekspektasi nilai kinerja dalam mengelola layanan TI serta untuk mengidentifikasi, memilih serta memprioritaskan berbagai rencana perbaikan operasional maupun organisasional di dalam organisasi TI.
Bagi organisasi TI yang saat ini telah mengimplementasikan ITIL, Service Strategy digunakan sebagai panduan untuk melakukan review strategis bagi semua proses dan perangkat (roles, responsibilities, teknologi pendukung, dll) ITSM di organisasinya, serta untuk meningkatkan kapabilitas dari semua proses serta perangkat ITSM tersebut.

2. Service Design

Agar layanan TI dapat memberikan manfaat kepada pihak bisnis, layanan-layanan TI tersebut harus terlebih dahulu di desain dengan acuan tujuan bisnis dari pelanggan. Service Design memberikan panduan kepada organisasi TI untuk dapat secara sistematis dan best practice mendesain dan membangun layanan TI maupun implementasi ITSM itu sendiri. Service Design berisi prinsip-prinsip dan metode-metode desain untuk mengkonversi tujuan-tujuan strategis organisasi TI dan bisnis menjadi portofolio/koleksi layanan TI serta aset-aset layanan, seperti server, storage dan sebagainya.

Ruang lingkup Service Design tidak melulu hanya untuk mendesain layanan TI baru, namun juga proses-proses perubahan maupun peningkatan kualitas layanan, kontinyuitas layanan maupun kinerja dari layanan.
Proses-proses yang dicakup dalam Service Design yaitu:
  • Service Catalog Management
  • Service Level Management
  • Supplier Management
  • Capacity Management
  • Availability Management
  • IT Service Continuity Management
  • Information Security Management


3. Service Transition

Service Transition menyediakan panduan kepada organisasi TI untuk dapat mengembangkan serta kemampuan untuk mengubah hasil desain layanan TI baik yang baru maupun layanan TI yang dirubah spesifikasinya ke dalam lingkungan operasional. Tahapan lifecycle ini memberikan gambaran bagaimana sebuah kebutuhan yang didefinisikan dalam Service Strategy kemudian dibentuk dalam Service Design untuk selanjutnya secara efektif direalisasikan dalam Service Operation.

Proses-proses yang dicakup dalam Service Transition yaitu:
  • Transition Planning and Support
  • Change Management
  • Service Asset & Configuration Management
  • Release & Deployment Management
  • Service Validation
  • Evaluation
  • Knowledge Management


4. Service Operation

Service Operation merupakan tahapan lifecycle yang mencakup semua kegiatan operasional harian pengelolaan layanan-layanan TI. Di dalamnya terdapat berbagai panduan pada bagaimana mengelola layanan TI secara efisien dan efektif serta menjamin tingkat kinerja yang telah diperjanjikan dengan pelanggan sebelumnya. Panduan-panduan ini mencakup bagaiman menjaga kestabilan operasional layanan TI serta pengelolaan perubahan desain, skala, ruang lingkup serta target kinerja layanan TI.

Proses-proses yang dicakup dalam Service Transition yaitu:
  • Event Management
  • Incident Management
  • Problem Management
  • Request Fulfillment
  • Access Management
  • Continual Service Improvement
Continual Service Improvement (CSI) memberikan panduan penting dalam menyusun serta memelihara kualitas layanan dari proses desain, transisi dan pengoperasiannya. CSI mengkombinasikan berbagai prinsip dan metode dari manajemen kualitas, salah satunya adalah Plan-Do-Check-Act (PDCA) atau yang dikenal sebagi Deming Quality Cycle

Sebuah perusahaan yang mengimplementasi ITIL secara nyata tentunya mendapat banyak sekali keuntungan, misalnya, pelayanan IT menjadi lebih fokus kepada departemen lainnya di dalam satu perusahaan, biaya lebih efisien dan dapat diatur dengan baik, serta perubahan-perubahan IT yang dapat lebih mudah untuk diatur, dan masih banyak keuntungan lainnya yang pada akhirnya akan berdampak pada income perusahaan itu sendiri.


Saat ini ITIL telah memiliki paket materi dan menyediakan kursus pelatihan, ujian dan sertifikasi. Sebagai sebuah framework, ITIL telah memasuki versi terbaru, yaitu ITIL V3 – Service Life Cycle.
Menurut Santosh Nair, Direktur Birlasoft, sebelumnya Birlasoft menggunakan beragam perangkat help desk. Hanya saja, perangkat itu fungsinya terbatas. Semisal, tidak cocok (compliant) dengan proses ITIL; fitur IT Asset Management tidak tersedia sehingga sulit melacak aset; tidak ada fitur untuk persetujuan proses; keterbatasan dalam hal Service Level Agreement ataupun Change Management; tidak ada mesin alur kerja untuk mengotomasi proses; hingga terbatasnya fungsi pelaporan dan notifikasi e-mail. “Semua itu menyebabkan banyak kerja manual, informasi pengguna tidak terlacak secara akurat, kesulitan untuk cocok dengan ITIL dan lisensi software. Akibatnya, ada ketidakpuasan dari para pelanggan dan staf administrasi TI,” ungkap Nair.

Link source :
http://www.google.co.id
http://www.ciosociety.com/?p=684
http://www.kulinet.com/baca/itil-sebagai-audit-kontrol-kualitas-pelayanan-it/1073/
http://id.wikipedia.org/wiki/ITIL
http://pengantarteknoliinformasi.blogspot.com/2011/06/pengertian-itil.html

Share:

Jumat, 25 Maret 2016

Manajemen Layanan Sistem Informasi & Framework

A.    Pengertian Manajemen Layanan Sistem Informasi 

Manajemen Layanan SIstem Informasi adalah suatu metode pengelolaan sistem teknologi informasi (TI) yang secara filosofis terpusat pada perspektif konsumen layanan TI terhadap bisnis perusahaan. Manajemen Layanan Sistem Informasi merupakan kebalikan dari pendekatan manajemen TI dan interaksi bisnis yang terpusat pada teknologi. Istilah Manajemen Layanan Sistem Informasi tidak berasal dari suatu organisasi, pengarang, atau pemasok tertentu dan awal penggunaan frasa ini pun tidak jelas kapan dimulainya.


      B.     Metode yang digunakan Manajemen Layanan Sistem Informasi :

 
1.  Total Quality Management (TQM) adalah strategi manajemen yang ditunjukan untuk menanamkan kesadaran kualitas pada semua proses dalam organisasi.
2.  Six Sigma adalah suatu alat manajemen baru yang digunakan untuk mengganti Total Quality Management (TQM), sangat terfokus terhadap pengendalian kualitas dengan mendalami sistem produksi perusahaan secara keseluruhan. Memiliki tujuan untuk, menghilangkan cacat produksi, memangkas waktu pembuatan produk, dan menghilangkan biaya
3. Business Process Management (BPM), adalah suatu metode penyelarasan secara efisien suatu organisasi dengan keinginan dan kebutuhan organisasi tersebut. BPM merupakan suatu pendekatan manajemen holistic untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi bisnis seiring upaya untuk mencapai inovasi, fleksibilitas dan integrasi dengan teknologi.
4.  Capability Maturity Model Integration (CMMI) adalah suatu pendekatan perbaikan proses yang memberikan unsure-unsur penting proses efektif bagi organisasi. Praktik-praktik terbaik CMMI dipublikasikan dalam dokumen-dokumen yang disebut model, yang masing-masing ditunjukan untuk berbagai bidang yang berbeda.


      C.    Kerangka Kerja (Framework) Manajemen Layanan Sistem Informasi:

1.      Information Technology Infrastructure Library (ITIL).
                IT Infrastructure Library (ITIL) merupakan standar yang dikeluarkan pemerintah United Kingdom (UK) sebagai kerangka kerja yang diacu oleh best practice proses dan prosedur manajemen operasional. Lebih spesifik, ITIL terutama memfokuskan terhadap pendefinisian fungsi, operasional dan atribut organisasi yang diperlukan agar manajemen operasional dapat dioptimasi secara penuh ke dalam dua kategori utama pengelolaan Aktivitas TI dalam perusahaan yaitu: Service Support Management dan Service Delivery Management.
 

2.      Control Objectives for Information and Related Technology (COBIT).
               Kerangka kerja COBIT terdiri dari tujuan pengendalian tingkat tinggi dan struktur klasifikasi secara keseluruhan, yang pada dasarnya terdiri tiga tingkat usaha pengaturan TI yang menyangkut manajemen sumber daya TI. Yaitu dari bawah, kegiatan tugas (Activities and Tasks) merupakan kegiatan yang dilakukan secara terpisah yang diperlukan untuk mencapai hasil yang dapat diukur. Dan selanjutnya kumpulan Activity dan Tasks dikelompokkan kedalam proses TI yang memiliki permasalahan pengelolaan TI yang sama akan dikelompokkan kedalam domain. Maka konsep kerangka kerja dapat dilihat dari tiga sudut pandang, meliputi : Information Criteria, IT Resources, IT Processes.

3.      Software Maintenance Maturity Model.

4.      PRM-IT  IBM’s Process Reference Model for IT.

5.      Application Services Library (ASL).

6.      Business Information Services Library (BISL).

7.      Microsoft Operations Framework (MOF).

8.    eSourcing Capability Model  for Service Providers (Escm-sp) dan eSourcing Capability Model for Client Organizations (eSCM-CL) dari ITSqc for Sourcing Management.






   Sumber :

   https://id.wikipedia.org/wiki/ITSM

   https://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_kualitas_total

   https://id.wikipedia.org/wiki/Six_Sigma

   https://id.wikipedia.org/wiki/Business_process_management
   https://id.wikipedia.org/wiki/CMMI
   http://ekoyudo26.blogspot.co.id/2016/03/manajemen-layanan-sistem-informasi.html


Share:

Kamis, 28 Januari 2016

TEORI ORGANISASI UMUM 2

Alam Sutera Ciptakan Hidup Yang Berkualitas ?




Siapa yang tidak tahu Alam Sutera saat ini ? masih ada kah diantara para pembaca yang tidak tahu ?
Jika masih ada berikut akan saya coba ceritakan apa atau siapa sih alam sutera ini.

Alam Sutera merupakan sebuah kawasan terpadu (mixed-use development) yang berdiri di atas lahan seluas lebih dari 800 hektar di wilayah Serpong – Tangerang. Kawasan yang mulai dikembangkan sejak tahun 1994 lalu ini telah menjelma menjadi sebuah kota mandiri yang mapan, dinamis dan menjadi primadona di wilayah barat Jakarta.

Terdiri dari kawasan residensial serta area komersial yang terintegrasi dengan fasilitas pendukung lainnya, kawasan Alam Sutera menghadirkan sebuah kenyamanan, sekaligus kemudahan hidup yang sulit ditemui di kawasan lain. Berbagai fasilitas berkualitas premium mulai dari pendidikan, hiburan, kesehatan, hingga pusat perbelanjaan telah hadir dan kian melengkapi kawasan ini.

Hadirnya akses tol Alam Sutera di km 15 tol Jakarta-Merak, yang diluncurkan September 2009 membuat Alam Sutera menjadi lebih dekat dan mudah dijangkau dari Jakarta. Tak hanya itu, aksesibiltas yang baik tersebut juga mampu menyediakan manfaat baik dari aspek sosial maupun ekonomi bagi kawasan Alam Sutera dan sekitarnya.

Sebagai kawasan yang memiliki komitmen tinggi terhadap lingkungan, seluruh proses perencanaan maupun pelaksanaan dalam pengembangan kawasan merupakan implementasi dari ecological planning method, di mana dalam setiap pengembangannya Alam Sutera selalu mengedepankan kondisi alam sekitar, meliputi faktor topografi, hidrologi, akses, hingga demografi. Melalui seluruh proses ini, Alam Sutera telah berhasil dalam menciptakan lingkungan yang berkelanjutan dan memberikan banyak manfaat bagi seluruh warganya.

Terhitung hingga hari ini terdapat sekitar 32 (tiga puluh dua) cluster perumahan di Alam Sutera, masing-masing terdiri dari 150 hingga 300 unit rumah. Jumlah populasi pun tercatat sekitar 4.500 keluarga dan akan terus bertambah sesuai dengan perkembangan kawasan yang pesat.

Pesatnya pertumbuhan kawasan tersebut telah membuat Alam Sutera semakin dipercaya oleh masyarakat sebagai pilihan dalam menciptakan hidup yang berkualitas. Alam Sutera percaya bahwa semua upaya pengembangan harus mengedepankan faktor lingkungan. Bagi Alam Sutera, faktor lingkungan bukan hanya sebatas strategi pemasaran melainkan sebuah komitmen yang harus konsisten dilaksanakan.

Nah, itu adalah gambaran bagaimana Alam Sutera saat ini. Lalu bagaimanakah sejarah berdiri nya Alam Sutera ini ?

PT Alam Sutera Realty Tbk (“Perusahaan”) sendiri didirikan pada tanggal 3 Nopember 1993 dengan nama PT Adhihutama Manunggal oleh Harjanto Tirtohadiguno beserta keluarga yang memfokuskan kegiatan usahanya di bidang properti. Perusahaan mengganti nama menjadi PT Alam Sutera Realty Tbk dengan akta tertanggal 19 September 2007 No. 71 dibuat oleh Misahardi Wilamarta, S.H., notaris di Jakarta. Pada 18 Desember 2007, Perusahaan menjadi perusahaan publik dengan melakukan penawaran umum di Bursa Efek Indonesia.

Setelah lebih dari 19 tahun sejak didirikan, Perusahaan telah menjadi pengembang properti terintegrasi yang memfokuskan kegiatan usahanya dalam pembangunan dan pengelolaan perumahan, kawasan komersial, kawasan industri, dan juga pengelolaan pusat perbelanjaan, pusat rekreasi dan perhotelan (pengembangan kawasan terpadu).

Pada tahun 1994, Perusahaan mulai mengembangkan proyek pertama di sebuah kawasan terpadu bernama Alam Sutera yang terletak di Serpong, Tangerang. Pengembangan tahap pertama dari Alam Sutera sudah selesai dilakukan, dan saat ini Perusahaan memfokuskan untuk pengembangan tahap kedua yang lebih menitik beratkan kepada pembangunan area komersial. Seiring dengan pengembangan Alam Sutera tahap kedua, pada tahun 2012 Perusahaan juga memasarkan beberapa cluster baru di proyek Suvarna Padi Golf Estate, Pasar Kemis, Tangerang dan melakukan akuisisi atas beberapa aset di lokasi strategis di Bali dan gedung perkantoran di Jakarta.

Yang jadi pertanyaan selanjutnya adalah apakah hubungannya antara Alam Sutera ini dengan Teori Organisasi umum ?
Seperti materi yang dibahas dalam modul minggu kedua tentang efisiensi, mari kita lihat apakah Alam Sutera ini sudah mencapai efisiensi nya selama hampir 23 tahun ini ?

Efisiensi sendiri adalah Perbandingan terbaik atau rasionalitas antara hasil yang diperoleh (output) dengan kegiatan yang dilakukan dalam penggunaan sumber-sumber & waktu (input).

Berikut ini akan kita bahas apakah Alam Sutera sudah memenuhi syarat-syarat efisiensi ini :

1. Berhasil guna (Efektif)
    Efektif maksudnya adalah kegiatan telah dilaksanakan dengan tepat dalam arti target tercapai sesuai waktu yang ditetapkan tanpa mengabaikan kualitas.

    Dalam hal efektif tentu saja Alam Sutera sudah berhasil menghadirkan kawasan kota yang cukup mewah, dengan segala perlengkapan yang sudah dihadirkan dalam satu kawasan. Dengan demikian jumlah warga yang akan pergi keluar kawasan Alam Sutera akan lebih kecil dan hal itu akan berpengaruh terhadap kemacetan serta lebih menghemat pengeluaran sehari-hari karena segala hal yang dibutuhkan tentu sudah di sediakan oleh Alam Sutera. Dengan dihadirkannya banyak fasilitas tentu juga telah membantu menciptakan banyak lapangan pekerjaan baru dengan demikian angka pengangguran akan berkurang.


2. Ekonomis
    Ekonomis yang dimaksud adalah dalam usaha pencapaian efektif maka biaya, tenaga kerja, material, peralatan, waktu, ruangan dan lain-lain telah digunakan dengan tepat sesuai dengan perencanaan sehingga tidak terjadi pemborosan, penyelewengan dan korupsi.

    Dalam syarat ekonomis, mungkin Alam Sutera belum bisa dikatakan demikian. Karena kawasan yang mengutamakan alam ini di bangun dengan metode ecological planning, dimana pembangunan yang dilakukan selalu mengutamakan kondisi alam agar warga alam sutra tetap dapat hidup seimbang dengan alam dan dapat dipastikan harga per-unit hunian nya hanya dapat dicapai oleh kalangan menengah ke atas. Tapi lain halnya dalam hal ekonomis kehidupan sehari-hari di Alam Sutera. Kenapa ? karena Alam Sutera sudah menyediakan berbagai perlengkapan di kawasannya jadi warga Alam Sutera tidak perlu repot-repot lagi keluar kawasan, karena segala hal yang dibutuhkan sudah dekat dengan rumah dan dengan demikian nilai ekonimis kehidupan sehari-hari saya rasa sudah terpenuhi.


3. Pelaksanaan kerja dapat dipertanggungjawabkan
    Yaitu ntuk membuktikan bahwa dalam pelaksanaan kerja benar-benar di buat se-objektif mungkin, mencerminkan fakta sesusungguhnya, dengan membuat report-report sebagai bukti pengeluaran yang telah dilakukan.

    Mungkin PT Alam Sutera Realty Tbk masih belum terbuka terkait hal-hal mengenai keuangan dan report-report pengeluarannya, tapi hasil kerja yang dapat dipertanggung jawabkan dapat kita lihat pada website www.alam-sutera.com dimana Alam Sutera sudah mengantongi banyak penghargaan sejak tahun 2009.


4. Pembagian kerja yang nyata
    Dalam pembagian kerja harus didasarkan pada kemampuan masing-masing individu yaitu benar-benar berdasarkan beban kerja, ukuran kemampuan kerja dan waktu yang tersedia.

     Dalam pembagian kerja, PT Alam Sutera Realty Tbk pasti sudah memiliki tenaga HR yang sudah menyaring setiap individu pekerja sesuai dengan kualifikasi dan jobdesk yang dibutuhkan.
 

5. Rasionalitas wewenang dan tanggung jawab
    Antara wewenang dan tanggung jawab harus terjadi keseimbangan, jangan sampai wewenang lebih besar atau sebaliknya.

    Terkait rasionalitas wewenang dan tanggung jawab ini memang saya tidak memiliki fakta yang dapat di pertanggung jawabkan. Tapi menurut saya pribadi setiap pembagian wewenang dan tanggung jawab pasti sudah dilakukan secara adil dan baik, karena kalau tidak, tidak mungkin Alam Sutera bisa meraih penghargaan Top 50 Best Companies (ranked 5th) - Best of the Best Awards 2014 Forbes Indonesia.   


6. Prosedur kerja yang praktis
    Untuk menegaskan bahwa O&M merupakan kegiatan praktis, maka target efektif dan ekonomis, pelaksanaan kerja dapat dipertanggungjawabkan serta pelayanan kerja yang memuaskan haruslah merupakan kegiatan-kegiatan operasional yang dapat dilaksanakan dengan lancar dan tidak hanya berhenti sebagai konsep-konsep teoritis di atas kertas saja O&M menunjukan kegiatan ilmiah dan praktis yang urutan tahap demi tahap mencerminkan asal pekerjaan, kemana akan diteruskan dan kapan selesainya.

    Dalam hal ini tentu PT Alam Sutera Realty Tbk sudah memberikan banyak fasilitas luar kawasan yang dibawa masuk dan di adaptasikan di dalam kawasan Alam Sutera, dengan demikian target efektif sudah dapat tercapai karena semua yang dibutuhkan warga Alam Sutera sudah tersedia. Untuk hal ekonomis seperti yang saya jabarkan diatas, mungkin untuk harga huniannya belum termasuk dalam kategori ekonomis tapi dalam hal kebutuhan sehari-hari saya rasa sudah bisa dikategorikan ekonomis, sedangkan dalam hal pelaksanaan kerja nya sendiri dapat kita lihat bahwa Alam Sutera sudah mengantongi banyak penghargaan yang saya rasa sudah cukup membuktikan kegiatan yang dilakukan tidak hanya sekedar teori saja.

Nah dari penjabaran di atas dapat kita lihat bahwa PT Alam Sutera Realty Tbk masih harus meningkatkan tingkat efisiensi nya. Berikut ini adalah 4 cara untuk meningkatkan efisiensi :
  1. Melaksanaan fungsi manajemen dengan tepat.
  2. Pemanfaatan sumber-sumber dengan tepat.
  3. Pelaksanaan fungsi-fungsi organisasi sebagai alat mencapai tujuan.
  4. Pengarahan & Dinamika organisasi untuk pengembangan & kemajuan yang berkesinambungan.
Jadi dapat kita tarik kesimpulan PT Alam Sutera Realty Tbk. memang hadir untuk menciptakan hidup berkualitas, karena dalam satu kawasan sudah terdapat banyak fasilitas perlengkapan yang tidak perlu kita cari jauh-jauh keluar, tapi dengan kualitas itu sendiri ada harga yang harus kita bayar. Jadi hidup berkualitas belum tentu ekonomis.

 

Referensi :

PT Alam Sutera Realty Tbk.(2016) Tinjauan PT Alam Sutera Realty Tbk. [Online] Januari 2016. Link Website : http://www.alam-sutera.com/about-us/3/tinjauan [Diakses pada : 28 Januari 2016]

PT Alam Sutera Realty Tbk.(2016) Tentang Kami PT Alam Sutera Realty Tbk. [Online] Januari 2016. Link Website : http://www.alam-sutera.com/about-us/3/tinjauan [Diakses pada : 28 Januari 2016]

PT Alam Sutera Realty Tbk.(2016) Profil Perusahaan PT Alam Sutera Realty Tbk. [Online] Januari 2016. Link Website : http://www.alam-sutera.com/about-us/4/profil-perusahaan [Diakses pada : 28 Januari 2016]

PT Alam Sutera Realty Tbk.(2016) Penghargaan PT Alam Sutera Realty Tbk. [Online] Januari 2016. Link Website : http://www.alam-sutera.com/about-us/5/penghargaan [Diakses pada : 28 Januari 2016]


Share:

Senin, 23 November 2015

Selangkah lebih dekat dengan PT. Bank Yudha Bhakti Tbk.


Sejarah Bank Yudha Bhakti

PT. Bank Yudha Bhakti, Tbk mulai beroperasi tanggal 9 Januari 1990 dan yang menjadi pemegang sahamnya terdiri dari 8 Koperasi dilingkungan TNI/POLRI yaitu INKOPAD, INKOPAL, INKOPAU, INKOPPOL, INKOPABRI, INKOVERI, PUSKOP MABES TNI dan PUSKOP DEPHANKAM. Pada awal didirikan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota TNI/POLRI dan juga melayani kebutuhan perbankan para anggota TNI/Polri maupun rekanan dalam lingkungan Dephankam.

Seiring dengan perkembangan perekonomian dan tuntutan regulasi saat itu serta upaya meningkatkan kinerja bank, maka tahun 1996 dilakukan aliansi strategis dengan pihak swasta, sehingga komposisi kepemilikan saham PT Bank Yudha Bhakti, Tbk per Juni 2014 menjadi :

  1. 8 INKOP dan PUSKOP TNI/POLRI : 28,94%
  2. Sugeng Subroto : 4,00%
  3. PT. Gozco Capital : 61,10%
  4. Koperasi Karyawan PT Bank Yudha Bhakti, Tbk : 5,96%





Komitmen yang kuat dan langkah yang sinergis dari para pemegang saham, Dewan Komisaris, Direksi dan seluruh jajaran karyawan mampu menempatkan dan membawa Bank Yudha Bhakti untuk tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan. Hingga akhir September 2014 Bank Yudha Bhakti telah memiliki 1 Kantor Pusat, 1 Kantor Data Center, 6 Kantor Cabang, 20 Kantor Cabang Pembantu dan 5 Kantor Kas yang tersebar di pulau Jawa dan Sumatera.


PENGURUS BANK YUDHA BHAKTI


A. Profil Dewan Komisaris



B. Profil Dewan Direksi




STRUKTUR ORGANISASI

 Terdapat beberapa faktor utama untuk menentukan rancangan struktur organisasi, yaitu :

  1. Strategi organisasi untuk mencapai tujuannya.
  2. Teknologi yang digunakan.
  3. Anggota (karyawan) dan orang-orang yang terlibat dalam organisasi.
  4. Dan ukuran organisasi.


Berikut ini adalah struktur organisasi PT Bank Yudha Bhakti Tbk.





Visi & Misi PT. Bank Yudha Bhakti Tbk.

Visi : "Menjadi bank retail yang solid, tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan"

Dari visi diatas dapat kita tijau dari kinerja tahun 2014, total asset, kredit, dana ketiga dan laba tahun berjalan yang mengalami peningkatan cukup signifikan.

Misi : "Mampu mengkreasi suatu nilai yang optimal bagi pemegang saham dan stakeholder pada umumnya"



Ciri-Ciri, Unsur dan Teori Organisasi

Ilmu organisasi merupakan ilmu yang penting untuk dimiliki, karena dalam kehidupan manusia tidak lepas dari organisasi (saling ketergantungan). Mulai dari lingkungan yang sederhana dari keluarga, hingga struktur yang rumit seperti organisasi, sekolah, lingkungan kerja, ataupun  pemerintahan.
Adapun ciri-ciri organisasi:

  • Mempunyai tujuan & sasaran
  • Mempunyai keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati
  • Adanya kerja sama dari sekelompok orang
  • Mempunyai koordinasi tugas dan wewenang


UNSUR-UNSUR ORGANISASI

Setiap bentuk organisasi akan mempunyai unsur-unsur tertentu, yang antara lain sebagai berikut:

- Man
Man (orang-orang), dalam kehidupan organisasi sering disebut dengan istilah pegawai atau personil. 

- Kerjasama
Kerjasama merupakan suatu perbuatan yang dilakukan bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan. 

- Tujuan
Tujuan merupakan arah atau sasaran yang ingin dicapai.

- Peralatan (Equipment)
Peralatan atau equipment yang yaitu sarana, berupa materi, mesin-mesin, uang,dll.

- Lingkungan (Environment)
Yaitu faktor lingkungan misalnya keadaan sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi.


TEORI ORGANISASI

Untuk Teori organisasi yang diterapkan pada PT. Bank Yudha Bhakti adalah teori neo-klasik, dimana dapat kita lihat pada visi misi yang jelas mengutarakan Bank Yudha Bhakti berusaha melakukan yang terbaik demi kepentingan para pemegang saham dan stakeholder juga berusaha menjadi bank yang berkembang secara berkelanjutan, dan dapat kita lihat dari saham-saham yang sebagian besar dimiliki oleh koperasi yang notabene nya koperasi adalah bagian organisasi yang merangkul para karyawan nya.

PT. Bank Yudha Bhakti Tbk. sendiri merupakan organisasi niaga karena tujuan utamanya adalah mencari keuntungan. 
Dapat kita lihat sampai saat ini PT. Bank Yudha Bhakti semakin mengembangkan sayap nya di dunia perbankan, di target-target berikutnya untuk menaikan nilai asset (keuntungan) PT. Bank Yudha Bhakti berencana mulai dari merelokasi kantor pusat, penambahan cabang-cabang pembantu, serta mesin ATM jadi dengan berkembangnya teknologi dan sistem yang dikembangkan bukan hal mustahil PT. Bank Yudha Bhakti bisa bersaing dengan bank-bank konfensional lainnya dan meraup lebih banyak keuntungan.


Sumber : http://www.yudhabhakti.co.id/ , https://maliqren.wordpress.com/2011/11/27/ciri-ciri-organisasi/ , http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi_sosial , http://sae-pool.blogspot.co.id/
Share: